BENGKULU
– Belajar tidak selalu harus terpaku di balik meja kelas. Hal inilah yang
dibuktikan oleh siswa-siswi jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) SMKN
3 Rejang Lebong pada Selasa, 5 Mei 2026 kemarin.
Meninggalkan rutinitas ruang kelas, para siswa melakukan
kunjungan industri (field trip) ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan
Bengkulu. Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan sebuah misi untuk
melihat langsung bagaimana standar operasional prosedur (SOP) biosekuriti dan
lalu lintas komoditas perikanan dijalankan di dunia profesional.
Melihat Langsung "Garda
Terdepan" Perikanan
Bagi siswa jurusan APAT, memahami potensi budidaya saja
tidak cukup. Mereka juga perlu memahami regulasi dan pengawasan, terutama
mengenai pencegahan masuknya hama dan penyakit ikan karantina.
Di Balai Karantina, para siswa diajak untuk menyingkap tabir
bagaimana proses pemeriksaan komoditas perikanan dilakukan sebelum meluncur ke
pasar atau bahkan diekspor. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk
melihat bagaimana teori di sekolah bertemu dengan praktik di lapangan.
"Kami ingin siswa tidak hanya jago teknis budidaya, tapi juga paham alur distribusi dan regulasi yang melindungi ekosistem perikanan kita," ungkap salah satu guru pendamping.
|
|
Dukungan
Penuh dari Sekolah
Langkah proaktif jurusan APAT ini mendapatkan apresiasi
tinggi dari Kepala SMKN 3 Rejang Lebong, Bapak Budi Setia Edy, S.Pd. Beliau
menilai bahwa pengalaman lapangan adalah kunci utama dalam mencetak lulusan
yang siap kerja dan inovatif.
"Saya sangat mendukung langkah proaktif jurusan APAT
yang membawa siswa langsung ke lapangan. Pengalaman seperti ini sangat vital
bagi peserta didik untuk memperluas cakrawala berpikir. Ini bukan sekadar
kunjungan, tapi investasi masa depan agar siswa kita lebih kompeten, inovatif,
dan siap bersaing di dunia industri yang sesungguhnya," ujar Bapak Budi.
Didampingi Mentor yang Berdedikasi
Kegiatan yang berlangsung produktif ini berjalan lancar di
bawah bimbingan langsung dari trio guru program studi APAT SMKN 3 Rejang Lebong
yang luar biasa: Ibu Desi Anggraini, S.Pi, Gr., Ibu Hairunissak,
S.Pi, Gr., dan Ibu Erlin Fitriyanti, S.Pi, Gr.
Kehadiran para guru ini menjadi jembatan bagi siswa untuk lebih berani bertanya dan berdiskusi dengan para ahli di Balai Karantina. Pendampingan ini memastikan setiap poin penting dari kunjungan—mulai dari prosedur karantina hingga pentingnya sertifikasi—dapat diserap dengan baik oleh siswa
|
|
Masa Depan Perikanan di Tangan Mereka
Kunjungan ini diharapkan menjadi eye-opener bagi
siswa-siswi APAT SMKN 3 Rejang Lebong. Melihat dunia kerja yang sesungguhnya
tentu memacu semangat mereka untuk lebih serius menekuni bidang ini.
Bagi Gen Z dan Alpha yang akan menjadi ujung tombak industri
perikanan masa depan, pengalaman seperti ini adalah bahan bakar utama. Industri
perikanan air tawar Indonesia terus berkembang, dan para siswa ini kini
selangkah lebih dekat untuk menjadi bagian dari kemajuan tersebut.
Dengan bekal pengalaman dari kunjungan ini, diharapkan
lulusan APAT SMKN 3 Rejang Lebong nantinya tidak hanya menjadi pembudidaya yang
handal, tetapi juga individu yang sadar akan pentingnya kualitas, standar
kesehatan, dan legalitas dalam dunia perikanan.
Semangat terus, pejuang perikanan masa depan



